Minggu, 14 Agustus 2016

Pertemuan

Chapter 1:Prolog Yosh...masa orientasi sudah selesai.Dengan begini aku sudah bebas.Sudah tidak ada lagi tugas-tugas aneh dan aku tak perlu merepotkan Sasori-nii untuk mencari bahan-bahan.Aku melangkah dengan riang menuju papan pengumuman. "Forehead!!"pekik suara yang sangat kukenal. Aku segera menoleh dan mendapati gadis sebaya denganku berlari ke arahku dengan gembira.Ino Yamanaka,sahabatku dari TK,SD,SMP bahkan SMA aku satu sekolah dengannya.Terkadang aku bosan kenapa harus bersama dengannya terus.Tapi setelah kupikir-pikir ada untungnya juga sih.Ino rela jadi tempat ajang curhatku yang tidak berhenti. "Ino!"balasku seraya tersenyum.Ino tiba-tiba memelukku erat. "Uh,Forehead.Akhirnya kita bertemu."ucapnya dramatis sambil mengeratkan pelukannya hingga aku tidak bisa bernapas. "Le-lepaskan,Ino.Kau membuatku hampir mati."ucapku tersengal-sengal. Ino melepaskannya."Hehehe,gomen ne,Forehead."cengirnya. "Kau terlalu berlebihan,Ino.Kita hanya berpisah selama 3 hari.Itupun hanya 12 jam per harinya."ujarku melirik tajam Ino. "Ne,wakatta.Tapi dari dulu kan kita tidak terpisah.Bahkan waktu SMP masa orientasi,kita juga tidak pisah."balasnya asal. Jangan samakan SMP dan SMA dong,batinku kesal. "Sudah ah,aku mau lihat aku di kelas 10 apa."ucapku melenggang meninggalkan Ino. "Cho-chotto."pekik Ino menyusulku. Ketika kami sampai di papan pengumuman,kondisi sudah ramai sesak.Aku menyalahkan Ino yang menghambatku.Untung badanku kecil jadi aku bisa menyusup di antara keramaian. "Yeay,Forehead.Kita sekelas lagi."pekik Ino senang sambil memelukku. "Hum,iya iya,Ino.Aku juga senang.Tapi bisa kau lepaskan pelukanmu itu?Buat malu tahu!"bisikku kesal ketika semua mata mengarah ke aku dan Ino.Bisa dibayangkan kan betapa malunya aku. "Hehe,gomen ne." "Heh,Jelek.Singkirkan tanganmu dari bahuku itu."gertak seseorang yang membuat Ino tersentak. "Ha..Ha..gomen ne.Siapa ya?"tanya Ino super bloon. "Di sebelahmu,Jelek."jawab orang itu. Ino menoleh ke kanan.Seorang pemuda berambut hitam dengan mata obsidian hitam juga.Poninya menutupi dahinya.Sudut siku-siku muncul di dahi Ino."Kau mengataiku jelek?"geram Ino. Oow,apakah aku pernah cerita kalau Ino bisa sangat marah jika ada yang memanggilnya jelek?Ok,akan kuceritakan.Ino merasa sangat cantik jadi jika ada yang memanggilnya jelek mungkin orang itu bisa kena bogem mentah dari Ino.Ada lho korban Ino,Deidara,kakak kandung Ino sampai masuk rumah sakit gara-gara tidak sengaja keceplosan.Aura hitam langsung menguar di sekitar Ino. "Kau!!"geram Ino menatap tajam obsidian pemuda tersebut dengan sangat tajam. "Iya,ada apa?"balasnya santai sambil memasukkan tangannya ke saku celana. "Ino,sudah.Jangan diladeni."bisikku sambil menyeret paksa Ino menjauh.Tak ingin pemuda yang wajahnya kuakui cukup tampan itu menjadi korban kedua dan wajahnya rusak terkena bogem mentah dari Ino. "Forehead!!"bentak Ino kesal sambil melepaskan peganganku."Sudah kubilang dari dulu kan,aku tidak suka kau menyeretku pergi ketika aku sedang dalam masalah." Aku memutar iris klorofilku bosan."Iya,tapi jangan sekarang,Pig!Kita di sini sebagai siswa baru dan kalau kau terkena masalah sedikit saja kau bisa dikeluarkan.Jadi kalau kau ingin melanjutkan dendammu pada pemuda tadi minggu depan atau sebulan lagi lah."balasku. "Huh."Ino mendengus."Awas saja kau!Dasar mayat hidup!Kau tahu Forehead,kulitnya sangat pucat sampai seperti mayat.Seharusnya dia tidak masuk sini."cemooh Ino pada pemuda tadi. "Iya iya,tapi kau bisa melanjutkannya kapan-kapan.Jadi sekarang ayo kita masuk kelas dan lupakanlah masalahmu tadi."ucapku menyeret kembali Ino. Sedang Ino menoleh ke belakang,menatap tajam pemuda tadi walaupun dari kejauhan.Jika ada orang yang mengatainya jelek tidak akan dia maafkan sebelum ia puas menghajarnya. Sedang pemuda tadi tersenyum samar melihat Ino.Gadis itu sangat agresif dan sangat menarik perhatiannya.Pemuda itu bernama Sai Shimira atau lebih akrab dipanggil Sai. "Hei,Sai.Ayo masuk ke kelas,kau kenapa?"tanya Naruto.sahabatnya bingung. "Hm,tidak apa-apa.Kita masuk kelas apa?"balas Sai balik. "10-A IPA."jawab Naruto singkat. Sai tersenyum lagi,berarti ia sekelas dengan Ino.Tadi Ino sempat berteriak '10-A IPA' dengan gembiranya. "Sai,kenapa sih hari ini kau senyam-senyum sendiri.Lagi fall in love ya?"goda Naruto. "Hm,tidak."jawab Sai cuek. "Mendokusei,Naruto,Sai.Sampai kapan kalian mau di situ terus."keluh Shikamaru sambil menguap. "Hn,kuso.Kalian lama sekali."timpal Sasuke setuju. "Ah,sudahlah.Daripada debat mending kita masuk kelas."ujar Neji bosan. Mereka berempat mengangguk mengiyakan ucapan Neji lalu menuju kelas.Sedang di saat yang sama pasangan sahabat SakuIno sudah sampai kelas. "Haah,Forehead.Semoga saja kita tidak sekelas dengan mereka."ucap Ino geram. Aku hanya memutar mataku bosan.Selalu saja begini sikapnya ketika ia marah.Matanya menelusuri kelas lalu terbelak kaget mendapati pemuda yang sama lalu memandang Ino yang tidak kalah terkejutnya. "Kau!!Arrgh,Kami-sama kenapa doaku tidak dikabulkan!"geram Ino. "Kurasa ini bukan hari keberuntunganmu,Jelek."ucap Sai tenang sambil menghampiri Ino. Ino langsung mencengkram kerah seragam Sai dengan kencang.Sedang yang dicengkram tampak tenang-tenang saja tanpa wajah berdosa.Naruto,Sasuke,Shikamaru,dan Neji bingung melihat adegan di depan mereka.Baru kali ini Sai membuat seorang gadis marah.Tangan kiri Ino terkepal siap meninju Sai.Aku menutup mataku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi. "Kauu!!"geram Ino sekali lagi. Tsudzuku... A/N Fuihh...akhirnya selesai juga fict pertamaku ini.Mungkin Nami akan buat chapternya 10 ato 12.Aslinya chapter pertama yang prolog ini rencananya Sakura sebel sama Sasuke terus kepikiran deh buat Ino sebel sama Sai.Kalau begitu lanjut di chap berikutnya yaa...^-^ Chapter 2:Enemy! "Kauuu!"geram Ino sekali lagi.Sai hanya tersenyum meremehkan. "Hei,Nona."panggil pemuda berambut blonde spike padaku.Aku menoleh dan tersenyum kecut. "Nani?"tanyaku. "Nona,aku mau tanya kenapa bisa Sai bertengkar dengan temanmu itu?"tanyanya bak wartawan.Jadi pemuda itu bernama Sai ya.Aku manggut-manggut tidak jelas. "Hei,Nona.Jawab aku!"gertaknya. Aku menatapnya kesal."Dengar ya,temanmu yang bernama Sai tadi sudah mengatai temanku."ucapku tajam dan kesal. "Mengatai apa?"tanyanya lagi. "Temanmu telah mengatai temanku dengan sebutan 'Jelek'."jawabku memelankan kata jelek takut kalau Ino marah. "Hanya itu?"pemuda itu tertawa meremehkan.Tapi Ino langsung menatapnya tajam menusuk dengan aura mengerikan membuatnya terdiam. "Temanmu ganas."bisiknya ketakutan. Masih mending,aku menghadapi keganasannya selama 12 tahun,batinku. "O ya,namaku Naruto Namikaze.Itu temanku, dari kiri ke kanan ya.Shikamaru,Sasuke,dan Neji.Kau sendiri,Nona?"tanyanya ramah. "Sakura Haruno.Salam kenal."balasku ramah juga. Ino bersiap memukul Sai.Tenaganya sudah terkumpul di tangannya.Tapi tiba-tiba... "Ada apa itu?"ucap sebuah suara tiba-tiba menginterupsi Ino dan Sai. Ino segera melepaskan cengkramannya lalu kembali ke kandangnya.Sedang Sai segera duduk dengan Shikmaru.Ternyata yang menginterupsi adalah seorang guru berambut perak melawan gravitasi.Mungkin wali kelasku ya.Ya,dimana-mana sehabis MOS itu wali kelas adalah guru yang pertama masuk.Guru itu memakai masker dan matanya beda warna!Yang satu berwarna hitam sedang yang satu berwarna merah. Guru itu tersenyum ramah walaupun memakai masker tapi siapapun bisa tahu dari lengkungan matanya. "Hi,maaf mengagetkan.Aku Kakashi Hatake,wali kelas kalian di sini."ucapnya.Benar kan dugaanku >o< Kondisi kelas segera tenang ketika Kakashi sensei memasuki kelas.Ia mengamati seluruh kelas lalu tersenyum lagi. "Sepertinya kalian cukup kaku ya?Baiklah,pelajaran pertama adalah perkenalan.Pertama aku dulu."ucap Kakashi sensei."Di Konoha High School ini aku mengajar fisika.Jadi pertemuan kita di kelas hanya hari Rabu,Jumat,dan Sabtu.Baiklah,akan kupanggil satu-satu dan yang dipanggil harap berdiri lalu mengenalkan dirinya,berasal dari sekolah mana,apa tujuan masuk KHS,dan cita-cita setelah lulus."ucap Kakashi-sensei panjang lebar. Dan yang pertama adalah... "Aburame Shino,silakan." Seorang pemuda dengan aura misterius berdiri.Kacamata hitam yang dipakainya menutupi rupa asli wajahnya.Ia lalu berkata. "Namaku Aburame Shino.Biasa dipanggil Shino.Aku berasal dari Suna High School.Tujuanku masuk ke sini adalah ingin mempelajari bagian-bagian hewan.Cita-citaku setelah lulus menjadi ilmuwan."ucapnya pelan tapi tegas. "Um,baiklah,Aburame-san.Kau boleh duduk."ucap Kakashi-sensei. Setelah berbosan-bosan ria mendengar perkenalan yang menjemukan.Sekarang giliran aku. "Um,Sakura Haruno.Silakan." Aku berdiri dengan kikuk lalu mengatakan dengan keras tapi sedikit gugup. "Namaku Sakura Haruno.Kalian bisa memanggilku Sakura.Aku berasal dari Konoha Yunior School.Tujuanku di sini ingin mempelajari ilmu kedokteran.Cita-citaku setelah lulus menjadi dokter."ucapku kikuk. Teng...Teng...Teng... Bel istirahat berbunyi nyaring melegakan hatiku.Eh,tunggu!Hatiku belum lega.Kulirik Ino di sampingku,wajahnya sudah memerah menahan amarah selama 2 jam lamanya.Aduh,aku harus membuat Ino tidak menghajar Sai lagi. "Um,Ino.Kurasa perutku sudah berbunyi deh.Yuk ke kantin."ucapku buru-buru menarik tangan Ino menjauh dari kelas sekaligus menghindari kemungkinan Ino mengamuk. "Forehead!!"oh,tidak jangan lengkingan ini lagi.Aku benar-benar menutup telingaku ketika Ino mau melanjutkan perkataannya.Tapi kali ini lebih pantas disebut ocehan berkepanjangan. "Ne,kau tahu.Kau selalu saja mencegahku menghajar orang yang mengataiku 'Jelek'.Bahkan waktu Nii-san mengataiku 'Jelek' kau mencegahku.Betapa beruntungnya Nii-san sudah kupukul,kalau tidak aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai Oniisan-ku.Arrghh,Saku,aku sebal!!Kenapa orang secantik aku selalu dikatai jelek sih??!!Apa mereka tidak lihat!!"aku merinding mendengarnya.Beruntung?Deidara beruntung?Ingin sekali aku tertawa terbahak-bahak dan menembus langit-langit.Kalian tahu seperti apa rupa Deidara ketika dihajar Ino?Sangat mengenaskan.Bajunya sobek sana-sini dan wajahnya penuh lebam.Ino hanya menatap kakaknya itu tanpa bersalah.Paman Inoichi dan Bibi Hana juga hanya menatap putri semata wayangnya tanpa bisa melakukan apa-apa.Bisa dibilang,Ino itu ganas. "Saku."panggil Ino membuyarkan lamunanku. Aku cepat-cepat menoleh menatap Ino."Nande?"tanyaku. "Katanya mau ke kantin.Ayo cepat!Aku juga lapar."rengek Ino kekanak-kanakan. Aku mendesah lega melihat Ino yang polos,kekanak-kanakan dan super lola itu.Seulas senyum terpatri di wajahku seketika itu juga."Ayo."ucapku membalas perkataan Ino. Sampai di kantin,hawa panas terasa karena penuh sesak oleh ribuan murid yang kelaparan.Aku dan Ino menuju stand makanan pembuka,antrian panjang terjadi.Dengan sabar,aku mengantri,untung saja istirahatnya selama satu jam.Sampai giliranku,aku mengambil salad buah dan satu piring puding stawberry yang lembut.Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku.Hampir saja aku berteriak dan menumpahkan makanan pembuka yang susah payah kudapatkan tadi jika Ino tidak berkata. "He,Forehead.Ini aku."ucapnya singkat. Aku tersenyum kecut,kesal dibuat kaget oleh Ino."Kau kemana saja?"tanyaku. "Aku mengambil makanan."jawab Ino menunjukkan dua kotak makanan di tangannya."Aku mengambil bento vegetarian dan nasi kare ples tempura.Kau mau yang mana?"tawar Ino. Dengan segera,kotak yang berisi nasi kare ples tempura berpindah ke tanganku.Ayolah,bento vegetarian adalah makanan kesukaan Ino yang isinya hanya sayuran semua yang dibentuk lucu lucu.Tapi bagiku itu tetap sayuran yang rasanya sedikit aneh.Terkadang aku heran kenapa Ino doyan makan makanan yang aneh seperti ini.Apa lambungnya tidak bosan setiap hari mengolah makanan yang jenisnya sama. "Arigato.Nah,sekarang kita tinggal cari tempat makan."ucapku mengitari kantin yang penuh sesak. "Itu ada!"pekik Ino menunjuk sebuah meja. Aku mengikuti arah tunjukkannya.Sebuah meja dengan tiga orang gadis sebaya denganku.Sebenarnya cukup sih untuk menampung dua orang tapi nyaliku ciut melihat ketiga gadis itu.Gadis yang fashionable,cantik,dan sepertinya kaya. "Um,Ino.Kita cari yang lain saja yuk."ajakku tidak PD. "Kenapa?Apa kau sudah g**la,seluruh meja sudah penuh sesak.Yang cukup cuma itu saja,ayo."damprat Ino menarik tanganku.Aku hanya pasrah menerimanya. "Ehm,hei,boleh tidak kami berdua menumpang di sini?"tanya Ino berbasa-basi. Ketiga gadis itu lantas menghentikan pembicaraan mereka lalu menatapku dan Ino secara bergantian.Melihat itu membuatku takut,memikirka adegan di sinetron anak kaya mengusir anak yang biasa.Tapi yang terjadi malah sebaliknya.Gadis bersurai kuning dan dikucir empat itu menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. "Boleh,kalian anak baru juga ya.Perkenalkan namaku Sabaku no Temari."ucapnya mengulurkan tangannya padaku dan Ino. "Ino Yamanka.Salam kenal." "Sakura Haruno."ucap kami berdua bersamaan. "Hai,aku Tenten.Kelas 10-A IPA."ujar gadis manis bersurai cokelat dan dicepol dua itu ramah. "Em,aku Hinata Hyuuga."ujar gadis yang satunya lagi dengan malu.Sepertinya gadis itu benar-benar pemalu. "Kalian kelas 10-A IPA semua ya?"tanya Ino. Mereka bertiga mengangguk."Kalian juga?"tanya Temari. "Iya."jawabku. "Hinata,nama belakangmu kok sama dengan Neji ya?Apa kalian kembar?"selidikku menatap intens Hinata.Neji dan Hinata hampir mirip,sama-sama mempunyai iris lavender dan memiliki rambut yang panjang.Hanya saja berbeda warna. "Ti-tidak,Nii-san hanya saudara sepupuku.Ka-kami memang mirip."jawab Hinata terbata-bata. "Dan kau Temari,kok namamu Sabaku?Sama persis dengan Gaara."ucap Ino. "Iya,Gaara itu otouto-ku."jawab Temari santai sambil menyesap milkshakenya. "Otouto?"Ino tidak percaya."Tapi harusnya kan kau sudah kelas 11 sekarang."ucap Ino seakan protes. "Iya,tapi aku dan Kankurou sengaja ditelatkan masuk taman kanak-kanaknya sedang Gaara dipercepat.Kata Tou-san agar kami bisa lebih dekat."jelas Temari. Ino mengangguk mengerti."O ya,kalian kenal tidak lima anak laki-laki di kelas kita?" "Maksudmu Sai,Sasuke,Shikamaru,Naruto,dan Neji?Ya,aku kenal.Mereka lima sekawan yang sungguh tampan."sambar Tenten cepat. "Oh,mereka.Ya,mereka memang cukup tampan tapi menurutku yang paling menarik adalah Shikamaru.Dia pengantuk berat tapi sangat jenius.Kalau kau,Tenten siapa yang menarik?"tanya Temari pada Tenten. "Kurasa Neji-kun¬.Dia begitu cool dan sangat tampan!"jawab Tenten dengan mata berbinar seolah Neji ada di hadapanya."Kalau Hinata-chan?" Hinata tersentak kaget lalu menundukkan kepalanya menyembunyikan rona merah yang muncul di pipi semu-putihnya itu."A-aku sangat menyukai Naruto-kun.Dia pernah menolongku waktu MOS kemarin."jawab Hinata malu-malu. "Oh,waktu kejadian kau hampir terjatuh dan Naruto menangkapmu hingga ikut terjatuh dan jarak wajah kalian hanya beberapa senti itu,Hina-chan?"tawa Temari menggoda Hinata.Rona merah di pipi Hinata semakin akut.Temari berhenti tertawa lalu menatap kami berdua."Kalau kalian siapa?" Aku menggelengkan kepalaku."Belum tahu,kalau tidak Sai ya Sasuke."jawabku ambigu. "Sai?"Ino tersenyum remeh."Orang seperti dia dikagumi?Huh!"dengus Ino pelan tapi aku masih dapat mendengar. Kami pun bercakap-cakap ringan dari sekolah sampai masalah asmara.Sungguh menyenangkan mendapat tiga orang sekaligus apalagi mereka bertiga menyenangkan sekali. SKIP TIME Teng...Teng...Teng... Bel berbunyi nyaring menandakan wakti pulang.Aku dan Ino lalu pulang bersama dengan berjalan kaki karena rumah kami terlampau dekat. "Hoam..."aku menguap lebar,mengantuk.Selalu seperti ini jika sedang memasuki musim semi.Hawanya membuatku selalu ingin tidur. "Bye,Forehead.Sampai besok."ucap Ino melambaikan tangannya padaku ketika sampai di rumahku. "Jaa,sampai besok!"balasku lalu melangkah lagi.Jarak rumahku dengan Ino hanya dua rumah saja. "Tadaima."ujarku begitu sampai rumah. "Okaeri,Saku.Bagaimana hari ini sekolahmu?"sambut kakakku,Sasori. "Ehm,tidak begitu baik,Nii-chan.Tadi Ino hampir menghajar anak laki-laki gara-gara mengatainya."jawabku. Sasori-nii memandangku dengan ketakutan."Yokatta."desahnya."Kau sudah makan siang?" "Hum,aku sekarang ngantuk.Tolong bilang ke Kaa-san kalau nanti malam aku tidak makan.Kenyang."jawabku sambil menaiki tangga. "Ne,Saku."balas Sasori-nii. Setelah mandi,aku segera merebahkan tubuhku ke kasurku yang empuk.Hoam...rasa mengantukku semakin menjadi-jadi nih.Hampir saja aku memejamkan mata,teleponku berbunyi.Dengan malas aku segera mengangkatnya. "Halo?"ucapku malas. "Halo,Forehead.Kau dimana?"tanya suara yang sangat kukenal dari seberang. "Ehmh,ada apa,Ino?"balasku. "Kau masih ingat Sai tidak?Ternyata-" "Hoam,Pig.Kalau kau mau membicarakan tentang dendammu pada mayat hidup itu sebaiknya besok.Aku capek mau tidur.Daah~" "Ta-tapi,Forehead-"Tuut...Tuut...sambungan telpon kumatikan sepihak.Rasanya sangat ingin tidur tapi malah Ino menggangguku.Hmm,baiklah,oyasumi nasai,minna-san. *** Di rumah Ino... Ino memandang kesal telepon di genggamannya itu.Berani sekali Sakura mematikan sambungan teleponnya.Ingin sekali ia membanting teleponnya itu, tapi hal itu tidak dilakukannya.Toh,tidak ada gunanya juga marah-marah pada benda mati. "Kau kenapa,Ino?"tanya Deidara,kakak Ino. Ino menoleh dan menemukan iris krismon yang sama dengannya menatapnya penuh tanya."Ehm,tidak apa-apa,Nii-chan.Nii-chan sedang apa?" "Tidak apa-apa bagaimana,Ino?Tadi Nii-chan dengar kau sedang berbicara tentang laki-laki dengan Sakura.Ada masalah apa?" Ino langsung cemberut."Ya,Nii-chan.Tadi di sekolah ada laki-laki yang mengataiku jelek.Ingin sekali aku menghajarnya." Deidara bergidik ngeri mendengarnya."Um,yah,Ino-hime.Kurasa Nii-chan ada urusan.Gomen ya."ucap Deidara langsung kabur karena masih trauma dengan Ino yang pernah memukulnya sampai babak belur itu. Ino hanya menatap kepergian Deidara dengan bingung tapi sedetik kemudian ia langsung mengendikkan bahunya tidak peduli.Ino memandang langit yang gelap dan kelam tanpa ada hiasan bintang satupun.Mengingatkan ia pada Sai.Eh,tunggu?Kenapa ia memikirkan Sai?Ah,sudahlah,pasti otaknya lelah seharian ini karena memikirkan bagaimana caranya ia menghajar Sai yang sudah bersikap kurang ajar padanya itu. "Hoam!"Ino menguap mengantuk.Ia langsung menuju tempat tidur dan merebahkan tubuh mungilnya di sana.Well,dua sahabat itu ternyata mengalami hal yang sama,minna-san.Kalau begitu oyasumi nasai bagi kalian semua.Zzz... Tsudzuku... A/N Bagaimana?Feelnya kerasa gak.Kalau menurut Nana sih ini rada GaJe.Ino masih belum bisa membalaskan dendamnya pada Sai.Antara chap satu dan chap dua pasti banyakkan chap dua ya.Ya mestilah orang chap satu kan prolog.Kalau begitu sampai bertemu di next chapter ya ^-^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar